Ajengan Anwar Nasihin Hadapi Tokoh FPI dengan Akhlak dan Ilmu

 Ajengan Anwar Nasihin Hadapi Tokoh FPI dengan Akhlak dan Ilmu

KH. A. Anwar Nasihin Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tarbiyah, Plered, Purwakarta. (Foto: NU Jabar Online)

Bogor, PCNU Bogor Online

KH. A. Anwar Nasihin, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tarbiyah Liung Gunung Plered Purwakarta, dikenal sebagai pribadi yang luwes dalam bergaul. Dia tidak memandang golongan, kelompok, agama dalam berteman dan berdialog.

Keluwesan ini tampak ketika Ajengan Anwar, yang aktif di Gerakan Pemuda Ansor, diundang oleh Komandan Laskar FPI Purwakarta Ust Zainal Aripin Pasar Rebo, untuk ceramah di majelisnya. Hal ini tentu mengundang tanda tanya dan rasa heran.

Saat ditanya ihwal kedekatannya itu, Ajengan Ipin menjawab bahwa Kyai Anwar merupakan seorang ulama muda yang mengedepankan sopan santun, tidak fanatik dengan posisi yang ia emban. Dia selalu menjawab persoalan sekarang ini dengan tenang dan bijaksana.

“Pokoknya yang awalnya saya berburuk sangka kepada NU dan kepada para kyai NU, akhirnya saya paham yang sebenarnya. Setelah saya meminta penjelasan dari kyai Anwar, apa yang saya sangka itu memang tidak benar. Ajengan Anwar selalu menjawab dengan tawadlu sambil tersenyum, bil Ilmi dan bil Akhlak,” papar Ipin.

Baca Juga :  KH Muhammad Nuh Addawami, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat

Ajengan Ipin menambahkan bahwa sejak saat itu semuanya mencair. 

“Saya semakin banyak ngopi bersama beliau hingga memutusakan untuk bergabung ke dalam Nahdlatul Ulama. Semua santri dan jamaah saya wajibkan untuk ngalap berkah di NU sampai dengan sekarang,” lanjut Ipin.

Kisah kedekatan Ajengan Anwar dengan tokoh kelompok di luar NU juga terjadi pada Agustus 2019. Ia kedatangan tamu seorang habib tokoh FPI Purwakarta, yaitu Habib Abdullloh bin Muhsin bin Salim Bin Abu Bakar, lulusan Universitas An-Nur Damaskus, Syiria.

Pada awalnya, banyak yang menghawatirkan akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Tetapi ternyata kedatagannya sekedar untuk bersilaturrahim. Seiring bertambahnya waktu, kedua orang ini semakin akrab. Ketika ditanya apa alasan Habib Abdulloh dekat dengan Ajengan Anwar, bahkan sampai memutuskan masuk di NU, ia menjawab,.

Baca Juga :  Ajengan Abun Cipasung, Tegas Tapi Humoris

“Ajengan Anwar itu orang yang santai tapi pasti,  tegas dan cerdas. Kalau bicara isi kitab kuning, ia fasihat. Semua permasalahan yang saya ajukan, dijawabnya dengan baik dan bijaksana.” 

Pengalaman ini, lanjut Habib Abdulloh, membuatnya yakin dengan apa yang telah dikatakan oleh Abah Habib Luthfi, sewaktu diundang dalam acara pertemuan Ahli Thoriqoh Internasional di Pekalongan. Ia ditugaskan sebagai tim penerjemah seorang Syaikh Thoriqoh dari Syiria. Di sela-sela waktu istirahat, Habib Luthfi menyarankan kepadanya agar bergabung dengan NU, dengan istikhoroh terlebih dahulu. 

“Pesan Abah Habib Luthfi, kalau kamu mau masuk NU, carilah sahabat orang NU yang ikhlas berkhidmat di dalam jam’iyyah,” papar Habib Abdulloh.

Rupanya hasil istikharah itulah yang membuatnya datang ke kediaman Ajengan Anwar. Ajengan muda itu dinilainya sebagai kader yang total berkhidmat di NU dan sudah meyakini berkahnya berkhidmat untuk NU.

Baca Juga :  Asal Usul Gelar “Hadratussyaikh” untuk KH. Hasyim Asy’ari

Habib Abdulloh mengikuti kegiatan Ajengan Anwar rata rata tiga kali dalam satu seminggu. 

“Ajengan Anwar orangnya tidak kuat dan tidak mudah lelah. Orangnya asyik,  tidak gampang marah dan tidak gampang terprovokasi. Semuanya diselesaikan dengan senyum khasnya sambil ngudud dan ngopi. Inilah kyai NU yang menyelesaikan masalah bil Akhlak wal Ilmi,” tegasnya. 

Habib Abdulloh dan Ajengan Anwar sering berdiskusi di Saung Coklat di tengah hutan Tegal Karamat. Hampir setiap hari, tamu pada berdatangan ke saung tersebut untuk sekedar ngopi dan ngobrol. Dalam amatan Habib Abdulloh, setiap silaturrahmi ke saung Ajengan Anwar, banyak tamu yang datang dari kalangan masyarakat biasa sampai dengan kelas menengah dan atas Semua yang datang, dilayani Ajengan Anwar dengan baik.

Sumber: https://jabar.nu.or.id/detail/ajengan–anwar-nasihin-hadapi-tokoh-fpi-dengan-akhlak-dan-ilmu

Related post