Amalan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

PCNUonlineBogor – Bulan dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena didalamnya terdapat banyak peristiwa dan keutamaan, seperti peristiwa disyariatkanya ibadah Haji dan ibadah kurban selain itu juga dianjurkan melaksankan kesunnahan, semisal puasa dan memperbanyak dzikiran.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاثة متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر، الذي بين جمادى وشعبان

“Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut ada 4 bulan yang haram (berperang di dalamnya). tiga bulan berturut-turut, yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Al Muharram, (dan yang terakhir) Rajab Mudhar, yaitu bulan di antara bulan Jumaada dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari)

Di dalam bulan Dzulhijjah ada hari-hari yang dipilih oleh Allah sebagai hari-hari terbaik. Allah berfirman:

والفجر وليال عشر

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (Qs. Al Fajr: 1-2)

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Berqurban Untuk Orang Lain?

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan sepuluh malam yang dimaksud dalam ayat tersebut. Penafsiran para ulama ahli tafsir fokus dalam tiga pendapat, pertama mengatakan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijja, kedua sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan yang ketiga hari pertama bulan Muharram. Pendapat yang rojih (kuat) adalah pendapat yang menyatakan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Dari keterangan diatas umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah dengan ritual peribadatan semisal puasa sunnah, qiamullail dsb. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar An-Nawawiyahmenjelaskan pentingnya memperbanyak amalan sunnah di sepuluh awal bulan dzulhijjah seperti puasa dan dzikir.

واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر

  Artinya, “Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah disbanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”  

Baca Juga:  Hikmah Qur'ban

Dalil anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Dzulhijjah ini adalah:  

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ 

 Artinya, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..” (Surat Al-Haj ayat 26).  

Sebagaimana dikutip Imam An-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan para mufassir menafsirkan bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Setelah ditafsirkan sepuluh awal bulan dzulhijjah kemudian terdapat hadist Rasulullah saw  yang menjelaskan amalan apa saja yang perlu dibaca oleh seorang muslim agar bisa diaplikasikan dihari-hari itu yaitu:

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “ما مِنْ أَيْامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبَّ إِلَيْهِ العملُ فِيهِنَّ، مِنْ هَذِهِ الْأَيْامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِمْ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal yang lebih Allah cintai bila dilakukan di hari itu daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah di dalamnya membaca lâilâha illa-Llâh, Allâhu akbar dan alhamdulillâh,” (HR Ahmad).

Baca Juga:  Islam Nusantara Ala Maulana Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya

Syekh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menjelaskan bahwa Rasulallah saw berpuasa di sepuluh hari ini dengan berdasarkan hadist dalam Sunan Abu Dawud.  Diantara amalan yang direkomendasikan untuk memperbanyak membaca tahlil. (NU Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *