Ambil Hikmah Kasus Pembunuhan Berantai-Fatayat Berbenah

 Ambil Hikmah Kasus Pembunuhan Berantai-Fatayat Berbenah

Bogor, PCNU-Para ulama Nahdlotul Ulama (NU) telah memberikan Ilmu dan tauladan bagi santrinya dan warga Nahdliyyin umumnya. Diantaranya adalah contoh memuliakan kaum perempuan.Tak sedikit ulama kita mengajarkan pentingnya melakukan pendampingan pada kaum perempuan tertindas. Agar keberlangsungan basib para kaum hawa mampu menghadirkan kondisi bangsa dan negara yang tamaddun.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua II(dua) PCNU Kabupaten Bogor, Waspada. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor ini menilai pola didik seorang ibu pada anaknya akan menentukan nasib bangsa dan negara.

“Hadisnya jelas, perempuan adalah asas negara. Jadi dengan melindungi perempuan maka sama dengan kita melindungi bangsa dan negara,” kata Waspada dalam acara Diklat Da’iyah yang  digelar oleh PC Fatayat NU Kabupaten Bogor pada Minggu (14/3/2021).

Dalam.kesempatan itu, Waspada juga mengulas informasi terkait heboh pembunuhan berantai yang dilakukan Rian dengan korban  seorang siswi berinisial DP ( 17  th ) dan EL (23) diwilayah Bogor Ia mengaku terkejut dan prihatin sekaligus mengutuk pelaku pembunuhan yang biadab. 

Baca Juga :  Dari Belajar Buat Sego Megono Hingga Akan Menjadi Jokyōju

“Bayangkan dalam rentang dua Minggu pelaku tega membunuh 2 korban dengan pola yang sama, dengan terlebih dahulu dikencani setelah itu dibunuh dan dirampas harta bendanya,” tegas Waspada dengan geram. 


Tidak hanya itu menurut Aparat Kepolisian sesuai hasil pemeriksaanya terdapat dugaan  pelaku akan melakukan pembunuhan lagi.  “Artinya sudah ada target korban lagi, ini benar – benar diluar naluri kemanusiaan dan sungguh biadab,” ungkap Waspada.

Lebih lanjut, Waspada mengapresiasi Aparat Kepolisian yang dengan cepat menangkap pelaku. Meskipun pelaku terlihat sudah sangat profesional, sehingga polisi sempat terkecoh mencari sampai Indramayu, dan ternyata pelarianya itu usai di Depok.”Ini adalah satu pristiwa dari banyaknya pristiwa di Kabupaten Bogor yang melibatkan perempuan sebagai korban. Karena itu, Fatayat harus mampu hadir dan ambil peran melakukan langkah antisipasi agar tak lagi ada korban,”tuturnya.

Selanjutnya Waspada yang juga Direktur Pusat Kajian Keluarga dan Pendidikan Ramah Anak ( PUSKAPERA ), mengingatkan sekaligus mengajak kepada orang tua, guru dan juga masyarakat untuk senantiasa memberikan pengawasan dan pendampingan kepada putra – putrinya agar bijak dalam memanfaat gadget, sehingga anak – anak tidak terjabak pada kejahatan berbasis online yang selama ini kerap terjadi melalui medsos. 

Baca Juga :  Gemar Ziarah ke Makam Auliya, Ini Alasan Habib Luthfi

“Karena kejahatan yang dilakukan Rian juga diawali perkenalan nelalu medsos. Intinya orang tua dan guru tidak boleh abay untuk tetap melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap putra putrinya,” ungkapnya.

Selain itu Waspada juga berharap kepada para pengelola hotel lebih bijak dalam menerima tamu yang ingin menginap, jika ada indikasi ada tamu yang masih berusia anak, hendaknya dipastikan bahwa dia bersama orang tua / keluarga. Yaa memang  sulit untuk melakukan hal tersebut, tapi mungkin perlu disiapkan SOP nya, karena selain kasus Rian sesuai informasi dimedia beberapa kasus prostitusi online yang melibatkan anak anak ada indikasi dilakukan dihotel.

“Kalau perlu Fatayat menjalin kerjasama dengan paguyuban atau ogranisasi perhotelah untuk diajak bekerjasama dalam menangkal kejahatan. Pihak hotel jangan hanya mengambil untung semata,” pungkasnya.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bogor, Niar Tri Maulani mengaku akan merenspoun issue-isue yang melibatkan kaum perempuan. Di internal pengurus akan kembali merapatkan langkah strategis untuk antisipasi. “Apa yang menjadi masukan pars pembina kami akan kaminrapatkan kembali. Dari rapat itu langsung kami tindak lanjuti,”tegasnya.

Baca Juga :  NU, Soft Power, Diplomasi Sains dan Perdamaian Dunia

Ia menerangkan, kegiatan ini merupakan program yang direalisasikan oleh Bidang Dakwah PC Fatayat NU Kabupaten Bogor. Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 tidak menjadikan semangat berkhidmah dan mengembangkan diri Fatayat NU menjadi surut. Salah satunya kegiatan Diklat Da’i-Da’iyah ini adalah salah satu wujud dan bukti keberdayaan Fatayat NU dalam berbagai keadaan.

“Setelah fordaf  ini para kader InsyaAllah akan siap tampil di masyarakat,” pungkasnya.

Lebih lanjut Niar berharap pars pengurus Fatayat mampu memahami tentang dasar-dasar ke-NU an ke Aswajaan serta kebangsaan sehingga mampu menangkal bibit radikalisme dan  terorisme dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga para penguus Fatayat mampu memahami tentang gender dalam islam, etika dalam keaswajaan, fiqih perempuan, serta hak-hak anak dan perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Semua itu agar, bisa mengembangkan skill dan kemampuan nya dalam bidang dakwahnya sehingga lebih trampil, kreatif, inovatif,” ucapnya.

Related post