Dari Belajar Buat Sego Megono Hingga Akan Menjadi Jokyōju

 Dari Belajar Buat Sego Megono Hingga Akan Menjadi Jokyōju

Bogor, PCNU- Siapa yang tak kenal Miftakhul Huda. Pria yang lahir dari keluarga Nahdliyin di kota asal Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Pekalongan ini dikabarkan akan menempati posisi asisten Profesor yang dalam bahasa jepangnya adalah Jokyōju dalam waktu dekat.

Tentunya hal tersebut menjadi sebuah karir gemilang. Posisi itu didapatinya usai melalui proses panjang dan kerja keras untuk belajar. Siapa menduga? Ikhsan sebelum berangkay ke Jepangbelajar memasak masakan tradisional diantaranya Sego Megono.

Proses belajar memasak masakan tradisional itu dilakukannya sebelum menginjakkan kaki di negeri matahari tersebut. Itulah alasan Hudi memberikan nasehat pada para calon juniornya untuk mempelajari cara memasak.

“Sebelum berangkat kuliah di luar negeri, belajarlah untuk bisa memasak masakan tradisional,” kata Huda yang dikutip dari STAN.com (4/3/2021)

Baca Juga :  Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata

Tak hanya itu, Huda juga berharap para calon mahasiswa di univeesitas luar negeri harus pula mempelajari seni tradisional Indonesia. Karena akan ada banyak kesempatan untuk saling bertukar budaya di negara setempat.

” Kesempatan itulah yang dapat menambah jaringan pertemanan dan wawasan luas,”tukasnya.

Diawali dari kesuksesannya menguasai ilmu memasak dan kebudaya sebelum menuntut ilmu ke Jepang. Kini Huda tampil sebagai peneliti di Japan Science and Technology Agency (JST), Tokyo Institute of Technology.

 Meski sibuk dengan tugas menumpuk. Huda tetap mampu mengkhidmahkan dirinya sebagai Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang. 

Untuk diketahui, sejak kecil Huda dikenal sebagai seorang pelajar yang amat tekun. Ia mengaku terinspirasi dari dua sosok ilmuwan penting, yakni Alberth Einstein dan Ibnu Sirin. Ia ingin seperti mereka, saban hari menulis pengetahuannya yang tak kunjung habis. 

Baca Juga :  Kedatangan Tim Supervisi NU Jabar Award, H. Aceng Amrullah: Dengan Keikhlasan, PCNU Bogor Bisa Saingi NU Online

Karenanya, ia terus membaca dan belajar hingga dapat meneruskan studinya pada jenjang Diploma Dua (D2) di Japan Electronic College dengan beasiswa Monbugakusho, sebuah beasiswa bonafid yang banyak diinginkan para pelajar seluruh dunia. Ia pun terbang ke Jepang pada tahun 2005, meskipun sebelumnya, ia telah berkuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negeri (STAN).   

Kemudian, ia menamatkan studi sarjananya pada bidang teknik listrik dan elektronik pada tahun 2010, masternya di bidang teknik industri tahun 2012, dan doktornya di bidang nano teknologi, semi konduktor, dan sel matahari pada tahun 2014 di Universitas Gunma, Jepang. Iya, Huda menyelesaikan studi doktoralnya hanya dalam waktu dua tahun saja saat usianya baru menginjak 27 tahun.   

Baca Juga :  SMP Plus Pewaris Peradaban Bogor gelar Sanlat Bersama

 Perjalanan ilmiahnya terus berlanjut dengan menjadi mahasiswa posdoktoral di Japan Society for the Promotion of Science (JSPS). Kemudian, ia bekerja di perusahaan NBC Meshtec Inc. sampai tahun 2016.  Lalu, ia masuk di JST sebagai mahasiswa posdoktoral pada tahun 2016-2018 dan peneliti pada tahun 2018-2021 pada program ERATO.   

April mendatang, Huda bakal memulai pekerjaan baru sebagai Asisten Profesor di Universitas Nagoya, Jepang. 

Related post