Didik Anak dengan Do’a Ikhtiyat

 Didik Anak dengan Do’a Ikhtiyat

Parung, PCNU- Di zaman saat ini, mendidik anak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal tersebut ditopang arus perkembangan zaman dan teknologi yang serba cepat. Karenanya dalam mendidik, orang tua harus berusaha keras disertai doa. 
Demikian disampaikan KH Mahfudin, pimpinan umum Pondok Pesantren Al Huda, Desa Cogreg, Kecamatan Parung pada Selasa (16/3).

Menurutnya, Kiyai Mahfudin, orang tua yang telah berdoa dan berikhtiar maka telah gugur kewajibannya meski hasilnya belum sesempurna yang diinginkan.
 “Dalam mendidik anak orang tua perlu mengawal sekuat tenaga meski terkadang hal itu dianggap cerewet oleh anaknya,” tuturnya.   

Baca Juga :  Damiri: GP Ansor Siap Kawal Prodak Intelektual Kader NU

Kiyai Mahfud mengutip pendapat Syekh Ibnu Athaillah Al-Iskandari bahwasanya banyak orang tua yang tidak lulus mendidik anak. Diungkapkannya banyak orang tua yang menyuport anaknya apabila berkaitan dengan urusan dunia sedangkan untuk urusan akhirat dibiarkan begitu saja.   

Mendidik anak, tegasnya memang tidak gampang. Tetapi yang perlu digaris bawahi imbuhnya adalah dengan siapa anak berkumpul? Hal tersebut yang bakal menjadikan baik buruknya anak.   

Baca Juga :  Ingin Kuat dan Bisa Jaga Ulama, Zainal Bocah Sebelas Tahun Ikut Diklatsar

Plastik sebagaimana ia memberikan amsal akan menjadi baik nasibnya bisa juga menjadi buruk. Plastik yang menjadi sampul Al-Qur’an maka nasib akan selalu dihormati. Sedangkan plastik untuk bungkus krupuk nasibnya akan sia-sia. Akan dibuang, disobek-sobek, diinjak-injak, dibakar pemiliknya. Tergantung siapa yang membawa. Lingkungan menjadi pentingnya dengan siapa ia bergaul?   

Selain lingkungan, berkaitan juga dengan harta. Harta yang haram akan menjadi penyebab kegagalan orang tua mendidik anaknya. Ilmu enggan masuk ke anak karena jasmaninya terdapat hal yang tidak baik.   Oleh karenanya, agar tidak menyesal dikemudian hari kelak, ia berharap orang tua sebisa mungkin selalu mendoakan si anak. Disamping itu perlu juga ditopang dengan ikhtiar dan tirakat. Harapannya anak menjadi pribadi yang shalih dan shalihah.  

Related post