GP Ansor Kabupaten Bogor Gelar Bedah Buku

 GP Ansor Kabupaten Bogor Gelar Bedah Buku

Bogor, PCNU-Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA, meluncurkan buku berjudul “Sufisme Jawa Ajaran Martabat Tujuh Sufi Agung Mangkunegaran Kyai Muhammad Santri”. Buku tersebut berasal dari hasil disertasi Kiai Ali M. Abdillah untuk mencapai gelar doktor di Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah, Islamic Studies, Jakarta.

Penyelenggaraan difasilitasi oleh PC GP ANSOR kabupaten Bogor di gedung PC NU Kabupaten Bogor pada hari ini (Kamis 25/2/2021).

Peluncuran buku ini dilakukan secara hybrid, yakni secara online yang bisa diakses melalui fanspage Facebook al-Rabbani Islamic College.

Baca Juga :  KETUA PC NU: Progam LKKNU Kab.Bogor Tak Sebatas"Tamanni"


Acara ini dihadiri oleh para penguus MWC NU Kabupaten bogor dan segenap pengurus PC GP Ansor kabupaten Bogor. “Sebagaimana kita ketahui Kyai Muhammad Santri tenggelam dalam sejarah. Padahal, para tokoh nasional pejuang kemerdekaan Republik Indonesia menjadikan Kyai Muhammad Santri sebagai guru besar mereka.” Ungkap Ketua PC GP Ansor, Damiri A Ghazali sebelum açra berlangsung pada Kamis (25/2).

Karenanya bedah buku ini dirasa penting untuk mengingatkan kembali masyarakat Nahdliyyin khususnya dan umumnya masyarakat Inďonesia. Terlebih lagi, Kiai Santri tokoh tersembunyi yang memiliki peranan penting dalam penyebaran ilmu tasawuf falsafi, sebagai tokoh perlawanan kolonialisme dan tokoh penggerak kemerdekaan (nasionalisme).

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Pengurus PC NU Kabupaten Bogor Telurkan Semangat Baru Pengabdian

Melalui buku ini pembaca akan mengenal sosok Kyai Muhammad Santri dan bagaimana ajaran tasawufnya dan perannya dalam melawan kolonialisme hingga Indonesia menjadi negara yang merdeka. Demikian kata pengantar Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA. Dalam buku ini.

Pada buku ini, sejumlah tokoh memberikan apresiasi dan penghargaan. Pertama adalah dari Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar. Bahwa, “Dalam mengajarkan Martabat Tujuh, Kyai Muhammad Santri berpegang pada ajaran tasawuf yang mu’tabar dengan praktek syuhud dan istiqamah melaksanakan syariat lahir dan batin. Sehingga terhindar dari pemahaman yang menyimpang (ilhad). Buku ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai ajaran tasawuf dapat menjadi inspirasi dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan berkonstribusi dalma membangun umat dan bangsa.

Related post