Rapat Perdana IKSAD, Gus Baha Beri Arahan

 Rapat Perdana IKSAD,  Gus Baha Beri Arahan

Bogor, PCNU- KH. Ahmad Baha’uddin Nursalim atau Gus Baha berinteraksi langsung melalui real time dengan para Asatidz yang merupakan anggota organisasi Ikatan Santri  Alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus (IKSAD) pada Senin (22/2).

Pada kesempatan tersebut Ulama Ahli Tafsyir ini memukau banyak anggota IKSAD yang mengikuti acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Gus Baha berpesan agar para da’i berdakwah menyesuaikan lawan bicaranya.

“Hendaklah kita disaat berdakwah harus dengan cara yang mudah  biar umat paham dan diamalkan dengan baik,” kata Gus Baha pada Senin (22/2).

Ia menambahkan, pentingnya sanad keilmuan yang telah dimililiki para anggota IKSAD. Dengan kesadaran itu, sambung Gus Baha, para alumnus pesantren memiliki dasar kiat untuk mencintai guru atau ulama dan pesantrennya.

“Hendaklah kita belajar kepada seorang Guru atau Ulama  yang Sanad keilmuannya jelas, seseorang bisa keliru pikiran dan keyakinannya disebabkan ilmu yang diperolehnya salah  karena itu  ilmu sangat penting,” tegas salah satu santri terbaik Mbah Maimun (alm). 

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara IKSAD pada ahad (21/02). Acara pertemuan Rapat ini digelar di kantor Pengurus Besar IKSAD, Perumahan Arcadia Blok D1/10, Tangerang, Banten. 
Pertemuan IKSAD yang di pimpin KH. Muhammad Ulil Abshor Al-Hafidz Lc atau yang akrab disapa Gus Abshor bertujuan untuk memperkuat hubungan imosional antar alumni. Sehingga mampu membangkitkan eksistensi pesantren dan pengabdian kepada alumni pada masyarakat. 

Baca Juga :  Pengurus Fatayat Harus Berjiwa Aktifis

“Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum  yang populer disebut Pesantren Damaran 78 Kudus termasuk pesantren yang tertua di Indonesia bahkan sanad keilmuan ulama besar Nusantara seperti Mbah Soleh Darat pernah nyantri di pondok pesantren Mazroatul Ulum oleh sebab itu dirasa penting untuk melakukan suatu gerakan untuk merubah paradigma dakwah di Indonesia,”tukas Gus Abshor.

Kesempatan yang sama, Kiyai Nurhadi (Ketua IKSAD 1) menyampaikan bahwa terbentuknya IKSAD dengan tujuan antara lain, mengumpulkan para alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus yang ada di Indonesia.

Tujuan selanjutnya adalah mengumpulkan teman-teman Hafiz Indonesia untuk kita berdakwah sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah supaya umat semakin mudah dalam memberikan pemahaman Islam secara murni, adapun hasil dari rapat yang kita pada hari ini di antaranya kita menentukan AD/ART Ikatan Santri Alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus termasuk legalisasi dan sekaligus membuka rekening organisasi dan serta metandatangani beberapa berkas oleh ketua (KH.Muhammad Ulil Abshor/Gus Abshor, red)  dan bendahara Kyai Zamroni.

Baca Juga :  Duta Besar Uni Eropa Cambangi GP Ansor Pusat

“Dalam pembahasan agenda-agenda jangka pendek salah satunya program dalam waktu dekat ini akan mengadakan temu alumni yang Insya Allah akan bertempatkan di pesantren Kyai Haji Ma’ruf Undaan Kudus bersamaan  dengan haul guru kita bersama Kyai Haji Nur Muttaqin,” kata Kiyai Nurhadi yang juga menjabat Khotib Syuryah NU Kab.Bogor.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan rangkaian acara Rapat Kerja perdana IKSAD. Agenda rapat kerja ini ditujukan untuk mengumpulkan beberapa Korwil di Indonesia dan membahas beberapa problematika umat serta posisi dan peran IKSAD sebagai solusi.

Senada Ketua IKSAD, KH. Muhammad Ulil Abshor Al-Hafidz Lc menerangkan. Saat ini semua santri di pondok pesantren berbasis organisasi Nahdlotul Ulama tengah berlomba-lomba berkontribusi untuk NU. Karenanya, IKSAD dirasa penting untuk menjadi bagian kontribusi secara kolektif dan organisatoris. Walaupun secara individu alumni sudah banyak yang berperan aktif melakukan pengabdian di masyarakat.

Baca Juga :  Kemeriahan HUT NU di Bogor

“Kami rangkul semua Alumni Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus untuk bisa bersinergi bersama. Jika jabatan, pangkat dan apapun yang ada pada kita saat ini itu pasti akan ditinggalkan. Tapi kalau hubungan silaturahmi tidak akan pernah terputus apa lagi ditinggalkan,” ujar ulama yang akrab disapa Gus Abshor. 

Gus Abror menerangkan, Ikatan ini dibentuk dengan tujuan agar ada hubungan emosional antara alumni dan pesantren. Selain itu juga untuk menguatkan eksistensi pesantren dan pengabdian kepada masyarakat selain itu Pondok Mazro’atul Ulum  yang populer disebut Pesantren Damaran 78 Kudus.

Pesantren ini termasuk pesantren yang tertua di Indonesia bahkan sanad keilmuan ulama besar Nusantara seperti Mbah Soleh Darat pernah nyantri di pondok pesantren Mazroatul Ulum oleh sebab itu dirasa penting untuk melakukan suatu gerakan untuk merubah paradigma dakwah di Indonesia. 

Dalam pertemuan  ini selain kedatangan Kiyai Kiyai Alumi dari Lamongan(Ustadz Hasan) – Pati (Abdul Aziz) – Kudus (M Hamdan) – Madura (Abror) – Kalimantan ( M Hana) dalam meeting virtual dengan mengikuti  perkembangan teknologi saat proses penyampaian informasi. 

Related post