Gus Mus:Renungi Hikmah di Balik Corona

PCNU Kab.Bogor, Hikmah- Beragam interpretasi manusia prihal musabbab dan status munculnya pandemi virus Corona atau Covid-19. Ada yang mempertimbangkan sebagai musibah, cobaan, pelajaran, bahkan pencucian dunia.

Dalam hal ini, Mustasyar PBNU KH. Ahmad Mustofa. Bisri atau Gus Mus menyatakan. Sebagai sebuah perbincangan, setuju Covid-19 telah membuat orang-orang yang sebelumnya sibuk dengan dunia, mendadak menghabiskan jarak dengan.

“Kita dipanggil oleh keluarga kecil, lembut itu untuk membikin jarak dengan dunia, untuk kembali di rumah dengan keluarga, dan kembali ke diri kita sendiri,” kata Gus Mus pada acara Munajat Hamba yang ditayangkan GusMus Channel pada Selasa (21/4).

Menurut Gus Mus, hadir Covid-19 cukup untuk menghancurkan kesombongan dan keangkuhan siapa pun yang baik dalam hal kekayaan, kepintaran, dan juga kekuasaan.

“Orang yang mengandalkan ilmunya sekarang kelimpungan. Kita diajar kembali untuk menengok diri sendiri sebagai manusia, manusia saja. Kita diminta untuk mengingat bahwa kita ini adalah anak cucu Adam,” katanya sambil membaca khutbah Nabi Muhammad kompilasi haji wada ‘, yaitu ” kullukum min adam wa adam min thurab . ”

Baca Juga:  Kisah Anak Prabu Siliwangi Peroleh Hidayah

Sabda Nabi Muhammad mengutip Gus Mus karena dalam pandangannya, selama ini ada orang yang tidak mau menjalin hubungan persaudaraan dan menerima bukan berasal dari hubungan yang sama, yaitu Nabi Adam. Kehadiran Covid-19 juga mengingatkan manusia yang mengemban tugas sebagai khalifah, yaitu diatur dan dirawat bumi.

Selain itu harusnya menyadarkan manusia sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah. “Ini mestinya menjadi perenungan kita kompilasi kita bersendiri, mengatur jarak dengan dunia, sendiri dengan diri kita sendiri, sendiri dengan Allah subhanahu wa ta’ala agar kemudian kita bisa kembali menjadi hamba yang dhaif di depan Allah subhanahu wa ta’ala, kita lalu bertobat, “ucap pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu. Menurutnya, sekali pun manusia harus zalim melawan diri sendiri, tetapi kemudian mengakui kesalahannya dan bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Hal itu dinyatakan Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 39.

“Mari kita bertobat kepada Allah. Jika kita sudah mengakui bahwa kita kemarin menzalimi diri kita sendiri, telah membuktikan kesalahannya, mari kita bertobat. Allah sangat baik dengan kita. Allah berfirman, Allah memberikan pelajaran, tetapi juga menerima kita bertobat,” ucapnya .

Baca Juga:  Mama Kiyai Haji Muhammad Basri Ulama Asal Bogor

Ia melanjutkan, seusai bertobat dan memulai kembali semua keangkuhan karena gaya, ilmu, juga pangkat, kemudian sepakat untuk Allah kemudian akan kembali menjadi khalifah yang merawat bumi. Menurutnya, hasil yang dapat diperoleh dari kerinduan yang muncul, yaitu apakah merindukan tempat-tempat ibadah, bersilaturahim ke saudaranya, atau menantang kerinduan untuk kembali ke tempat-tempat yang dituju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *