Jhundi El Rahman dari Desa Sinagar Raih Juara 1 MTQ di Kota Bandung dan Bogor

 Jhundi El Rahman dari Desa Sinagar Raih Juara 1 MTQ di Kota Bandung dan Bogor

Jhundi El Rahman kantongi juara pertama Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Kota Bogor.

PCNU Bogor Online – Jhundi El Rahman, putra dari KH. TB. Asep Nasruddin Lc. Pendiri Pondok Pesantren Bina Ummat sekaligus Cucu dari Mama KH. Tb. Adang Ma’ruf Al Karhi dan Cicit dari Tokoh Ulama Nahdlotul Ulama di Kabupaten Bogor, yaitu Mama. KH. Tb. Syamsuddin Sinagar mengantongi juara pertama Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Kota Bogor 2021 yang digelar di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, sejak Rabu (15/9/2021).

Tak hanya itu, Jhundi pun mengantongi Juara 1 STQ MHQ Kotamadya Bandung dan Juara Harapan 3 Provinsi Jawa Barat. Total sebanyak 3 kejuaraan berhasil ia raih dalam satu waktu.

“Alhamdulillah saya ditaqdirkan untuk menang. Semua ini berkat didikan para guru di Pondok Pesantren,” kata Jhundi yang merupakan kader terbaik IPNU Kabupaten Bogor ini, pada Minggu (26/9/2021).

Baca Juga :  Sosialisasi Cedaw, LKKNU Kab.Bogor Ingatkan Hakim Pengadilan Agama 'Bahaya' Diskriminasi Pada Perempuan

Ia berharap, kegiatan semisal ini bisa terus berlangsung. Karena mampu mewujudkan kompetisi kebaikan dikalangan umat Islam.

“Santri jadi berusaha untuk menjadi yang terbaik. Menurut saya ini bagian dari berlomba dalam kebaikan,” tuturnya.

Jhundi dikenal besar dari keluarga Syamsuddinyah yang terletak di Desa Sinagar, Cihideung Udik, Ciampea Bogor. Sinagar sangat bersinar karena dikenal sebagai desa pencetak santri dengan generasi Qurani. Hal ini berkat perjuangan ulama kharismatik Mama KH. Tb. Syamsuddin yang telah mendirikan dan membangun Pondok Pesantren Darul Qur’an Syamsuddinyah sejak tahun 1937.

Baca Juga :  NU, Soft Power, Diplomasi Sains dan Perdamaian Dunia

Saat dikonfirmasi, Ketua LPTQ Kota Bogor, Ade Sarmili mengatakan, pendidikan Al Quran sangat penting. Karenanya, acara ini sebagai instrumen pendukung dari pemerintah.

“Kegiatan ini menandakan pemkot bogor peduli pada kegiatan belajar mengajar di pesantren yang merupakan pabriknya para hafidz, fuqoha dan orang alim ilmu agama,” kata Ade.

Dari sisi peringkat MTQ, Kota Bogor memang turun tapi dari sisi pengikutsertaan peserta, jumlah juara banyak dan menyebar.

“Alhamdulillah tahun ini peserta yang juara di tingkat Provinsi diberikan uang kadeudeuh Rp 45 juta untuk terbaik satu, terbaik dua Rp 40 juta, terbaik ketiga Rp 35 juta, dan juara harapan juga dapat uang kadeudeuh,” kata Ade.

Baca Juga :  Ingin Kuat dan Bisa Jaga Ulama, Zainal Bocah Sebelas Tahun Ikut Diklatsar

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor ini menjelaskan, uang kadeudeuh ini merupakan kebaikan Wali Kota Bogor untuk pencinta Al-Qur’an mengingat pecinta Al-Qur’an merupakan keluarga Allah di muka bumi.

Sebab, mereka yang mempelajari, mengamalkan, mendakwahkan dan menyebarkan isi kandungan Al-Qur’an.

“Tahun ini kita berbangga ada anak 8 tahun warga Mulyaharja hafal 30 juz dan ada juga anak 12 tahun di Bogor Barat yang juga hafal 30 Juz. Mudah-mudahan MTQ tahun ini menghasilkan juara terbaik di mata Allah, dewan hakim dan bisa mengamalkan isi Al-Qur’an. Kami bangga Program Bogor Mengaji saat ini sudah ada 2.400 santri tersebar di 68 kelurahan,” katanya.