Kajian Kitab Kuning, Kisah Syaikh Asnawi Caringin

 Kajian Kitab Kuning, Kisah Syaikh Asnawi Caringin

Bogor, PCNU- Dalam kholaqoh yang dipimpin langsung oleh KH Abdul Hakim pimpinan ponpes Kananga, Menes, Banten yang juga Dewan Suriyyah PWNU Banten menceritakan kisah menarik penuh tauladan.

Dikisahkan dalam kitab kuning Maroqi Al Ubudiyyah, Syaikh Asnawi Caringin punya kuda yg sangat nurut dg Beliau. Dalam pengajian rutinitas di Ponpes Kananga, Pandeglang, Banten pada Minggu (20/2/2021).

Bila beliau hendak bepergian, maka kuda tersebut akan duduk di depan beliau sehingga beliau naik, lalu kuda itu baru akan berdiri. Tukang kuda beliau pun bertanya,

Baca Juga :  Haul KH.R.Mukhtar Royani Terapkan Protokol Kesehatan

“Wahai Syaikh, kenapa kuda anda begitu penurut?” terang KH Abdul Hakim usai membacakan teks arab “gundul”.


Maka dijawab oleh Syaikh Asnawi, “Bukan hanya kuda, semua hewan akan nurut kepada manusia, asalkan dia benar2 manusia. Fisiknya manusia dan hatinya juga manusia”.

Maknanya, bukan hanya fisiknya yg manusia, namun hatinya ular, kera atau sejenis hewan lainnya. Denmikian, kisah pembuka ngaji semalam. 
Seorang muslim tidak bisa bertakwa tanpa ilmu agama. Sedangkan dalam menuntut ilmu agama harus didasari oleh niat yg baik.

Baca Juga :  Haul Mama KH.R.Mukhtar Royani Digelar Selasa Ini

Bila tujuannya adalah menjadi juara, meninggikan diri, menjadi lebih dari yg lain, mencari kedudukan di hadapan manusia, mengumpulkan harta, maka kita telah berjalan untuk menghancurkan agama dan diri sendiri serta menjual akhirat untuk dunia sehingga akan merugi. 


Waduh, baru pembukaan saja sdh berat. Benar2 bertentangan dengan narasi sistem pendidikan modern.

Baca Juga :  Maraqi Al'Ubudiyah Karya Cemerlang Al Ghazali


اللهم اجعلنا وأولادها من أهل العلم وأهل الخير ولا تجعلنا وإياهم من أهل الشر والضير

“Ya Allah, jadikanlah kami dan anak-anak kami termasuk dalam golongan ahli ilmu dan kebaikan, dan janganlah kau jadikan kami dan anak kami termasuk golongan keburukan dan kejahatan”.

Related post