Ketua MWCNU Babakan Madang: Mari Saling Membantu!

PCNU Kab.Bogor-Di era Pandemi Corona/Covid-19 banyak masyarakat membutuhkan bantuan. Terlebih lagi, keterbatasan pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara merata.
Karena itu dibutuhkan jiwa saling tolong menolong sesama. Sehingga kesulitan masyarakat bisa dipikul bersama Tampa berpangku tangan pada pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh  Ketua Tanfidziyyah MWC NU  Babakan Madang, Muhammad Mukhlis,S.Psi,MM saat hutbah Jumat di Mesjid AlMuhajirin pada Jumat (17/7/2020).

“Dampak virus Corona sangat terasa bagi masyarakat , terutama rakyat miskin . Banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan atau percakapan harian. Karena itu adalah sesama saudara, kita harus saling membantu sesuai dengan kemampuan kita,” kata Ustadz Muhammad.

Yang kaya membantu yang miskin, yang miskin mendukung yang kaya, sehingga saling membantu. Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim juz 4 meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , Nabi bersabda   :

Baca Juga:  Kisah Anak Prabu Siliwangi Peroleh Hidayah

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا, نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة, ومن يسر على معسر, يسر الله عليه في الدنيا والآخرة, ومن ستر مسلما, ستره الله في الدنيا والآخرة, والله في عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ   “

Barangsiapa menghilangkan kesusahan dari orang mu k min, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa membantu orang yang kesulitan, Allah akan membantu urusannya di dunia dan akhirat.

Barangsiapa berhasil aib orang muslim, Allah akan menyelamatkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu melindungi hambanya selama hambanya menolong saudaranya ” (HR Muslim) .   

Jika kita mampu menyediakan bantuan benda, kita sisihkan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan, mulai dari keluarga, saudara, dan tetangga-tetangga kita. Karena itu, mari kita bantu mereka sesuai dengan kemampuan kita. Ingat, tolonglah saudara dalam keadaan membutuhkan dan susahkan lebih baik tolonglah saudara dalam keadaan lapang.  
 Dalam kesempatan itu, Ustad Muhammad juga mengimbau jamaah untuk  tidak panik, tetap tenang, dan sabar .

Baca Juga:  Kecintaan Seorang Habib kepada Kiai NU hingga Dimakamkan Berdampingan

Hal ini sesuai dengan definisi Ibnu Sina  bahwa:   الوَهْمُ نِصْفُ الدَّاءِ وَالاطْمِئْنَانُ نِصْفُ الدَّوَاءِ وَالصَّبْرُ بِدَايَةُ الشِّفَاءِ   “ Kepanikan adalah separuh penyakit, damai adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan. ”   
“Menghadapi Covid-19, kita tidak bisa panik, karena kepanikan dan kesulitan yang berlebihan merupakan masalah kejiwaan yang dapat langsung berhubungan dengan penyakit seperti stres, serangan jantung, hipertensi, tip , dan sebagainya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *