KH.Fiqih Noval: Anggota Banser Wajib Pelajari Literasi Ulama Indonesia

 KH.Fiqih Noval: Anggota Banser Wajib Pelajari Literasi Ulama Indonesia

Bogor, PCNU– Sudah menjadi keharusan bagi para Warga Nahdliyyin  untuk menyelami literasi ulama Indonesia. Khususnya bagi segenap warga Banser Kabupaten Bogor. Pasalnya, banyaknya kitab karangan ulama yang berasal dari timur tengah membutuhkan penjelasan lebih sempurna dari keterangan yang berada di kitab karangan ulama Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Bahrain, KH Fiqih Nauval Hamzali dalam kegiatan DIKLATSAR di Ponpes Bahrain Kampung Sengkol di Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang pada Sabtu (13/3/2021).

Menurutnya pemahaman konfrehensif literasi kitab kuning sangatlah penting. Pasalnya, penyusunan kitab yang dilakukan  oleh para ulama kita tak terlepas dengan kondisi medan, politik kala itu.

Baca Juga :  BANSER : Agh'nia Tidak Boleh Pelit

“Jadi penting untuk lebih dulu mengkasi siapa muallif (pengarang kitab) terlebuh dahulu sebelum belajar isi kitab,”tukasnya.

Seperti dalam kitab Fathul Mu’in, banyak pembahasan mengenai potong tangan dan hukum menenai persoalan jinayah. Sebetulnya, keterangan tersebut harus diimbangi dengan syarah (penjelasan) dari kitab-kitab karangan ulama nusantara yang lebih mengerti medan dan wilayah.

“Karena tidak diimbangi literasi ulama kita, akhirnya dari contoh satu kitab Fathul Muin saja bisa mengarah pada kesalahan pemahaman mengenai negara. Hingga terjadi butghot,” tuturnya.

Itulah pentingnya Banser untuk kembali mengaji dan terus mengkasi literasi ulama Indonesia semisal, karya-karya Hadrotul Syaikh Hasyim As Ary, Mbah Makhfudz Termas, Syaikh Nawawi al Bantani dan banyak lainnya.

Baca Juga :  Keutamaan Bulan Sya'ban dan Amalan-nya

Lebih lanjut, ia menerangkan pentingnya pengawalan para ulama. Tak hanya mengawal dan melindungi ulama. 

“Jadi bukan hanya menjaga fisiknya. Tapi juga harus menjaga keilmuannya,”ucapnya..

Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Damiri A Ghazali menerangkan pentingnya Diklatsar ini. Selain dilatih mental, para anggota banser akan diasah kemampuan intelektualnya.

“Waktu yang singkat ini kami harapkan para anggota banser selain siap untuk berjuang secara fisik juga intelektual,”tukasnya.

Untuk mensiasati target itu, kata Damiri, para peserta akan di sondorkan para pemateri yang mampu memberikan motivasi perjuangan. Tentunya perjuangan yang relevan saat ini yaitu berjihad medsos.

Baca Juga :  Ketika Istri Minta Pahala di Dunia

“Kami isi materi literasi media akan para anggota tergerak untuk kembali belajar, membaca hingga berperan dalam peperangan medsos,”pungkasnya.

Damiri juga berharap, para anggota banser Kabupaten Bogor turut berperan di wilayah sosialnya.  Dengan peka pada kondisi sosial tersebut keberadaan banser akan menjadi maslahat. 

Ponpes Bahrain Kampung Sengkol di Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang pada Sabtu (13/3/2021).

Kegiatan ini berjalan sejak Jumat (12/03/2021) hingga Minggu (14/03/2021 diselenggarakan oleh PAC GP ansor Rumpin dan Leuwiliang. 

Dalam kegiatan tersebut pada peserta diberikan beberapa materi mengenai wawasan keagamaan dan kebangsaan. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 peserta yang uumnya berasal dari Kabupaten Bogor. 

Related post