LKKNU Dampingi Anak Korban Perceraian

 LKKNU Dampingi Anak Korban Perceraian

Bogor, PCNU-Usai memperoleh Surat Keputusan (SK), Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama ( LKKNU) Kabupaten Bogor mulai melakukan pendampingan pada anak berinisial MR (6) pada Selasa(23/2/2021).

Warga Jalan Raya Jampang, Gang Pinang RT 02/01, Desa Jampang, Kecamatan Kemang ini tak memiliki identitas. Al hasil, pasangan suami istri (Pasutri) NR (23) dan JM (27) ini tak memilili identitas yang jelas.

“Saya bingung mau daftar sekolah anak saya belum ada akta kelahiran,” kata NR ibunda kandung MR pada PCNU.com pada Selasa (23/2).

Itulah alasan NR meminta pendampingàn pada LKKNU untuk memperoleh hak identitas anaknya. “Saya sudah tanya ke banyak orang. Pada nyerah, moga di sini (LKKNU,red) bisa membantu saya,”ucapnya.

Baca Juga :  Didik Anak dengan Do'a Ikhtiyat

Kerjadian berawal ketika bahtera rumah tanggal NR dan JM mengalami kerekan sejak kelahiran MR. Padahal, sejak awal pernihakannya pada tanggal 3 April 2014 hubungan keduanya harmonis.

“Awalnya tidak pernah ada keributan. Tapi tiba-tiba setelah anak saya lahir mantan suami saya itu jadi gampang marah dan kami sering ribut karena persoalan sepele,”ucapnya.

Puncaknya ketika masalah rumahtangganya dicampuri oleh keluarga pihak laki-laki. TIba-tiba saja suami meminta buku nikah dengan alasan membuat akta kelahiran. Dan sikapnya berubah, yang awalnya tidak pernah kasar jadi sering memukul dan menendang.

Baca Juga :  Ratusan Personel Banser Amankan Prose Haul Mama Mukhtar Royani

“Lebih dari tiga kali saya dapat kekerasan. Pernah ditampar, di tendang dan dijambak,”tukasnya.

Yang lebih mengagetkan, ternyata surat nikah miliknya itu dipergunakan suaminya untuk menggugat talaq sang istri. Hal itu diketahuinya setelah tiga hari peyerahan buku nikah tepatnya tanggal 27 Desember 2017.

Korban kaget ketika surat putusan pengadilan tak sama sekali mencantumkan anaknya. Terlebih lagi, korban juga hanya mendapat satu kali panggilan sidang.

Baca Juga :  LKKNU Siap Partisipasi Dalam Pembangunan

“Saya tidak pegang surat apa-apa selain akta cerai,”pungkasnya.

Ketua LKKNU Kabupaten Bogor, Nur Herawati menerangkan telah menugaskan Sekretaris dan Pengurus Bidang Kependudukan Perlundungan Anak dan Perempuan. “Ini menjadi tugas kami. Karenanya saya tugaskan pengurus untuk mengarahkan yang bersangkutan ke KPAD dan P2TP2A,” ucapnya.

Bidang Kependudukan Perlindungan Anak dan Perempuan, Sanusi Wirasuta mengaku akan berkoordinasi dengan KPAD dan P2TP2A untuk menangani korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. “Kami akan kawal tuntas InsyaAllah. Sampai anak ini memperoleh identitasnya,”tegasnya.

Related post