Gelar Rapat Rutin, LKKNU Kabupaten Bogor Terus Berbenah

 Gelar Rapat Rutin, LKKNU Kabupaten Bogor Terus Berbenah

Bogor, PCNU-Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU(LKKNU) Kabupaten Bogor terus eksis menggerakan roda organisasi. Upaya yang dilakukan diantaranya menggelar rapat rutinitas pengurus.

“Agar organisasi tetap eksis maka butuh adanya refleksi dan evaluasi. Hal itu kita lakukan dalam rapat rutinitas,” kata ketua LKKNU Kab.Bogor, Nur Herawati pada Minggu (28/2/2021).

Meskipun kegiatan rapat melalui meeting online. Ide dan gagasan tetap tesampaikan melalui interaksi yang dibangun.

“Tidak semua bisa ikut meeting karena kesibukan, tapi terpenting program ini bisa berjalan,”ucapnya.

Lebihblanjut ia menerangkan, rogram LKKNU akan terpusat pada fokus usaha peningkatan kualitas hidup keluarga dan kualitas masyarakat yang maslahah. Sesuai dengan amanat NU kepada LKKNU yang didirikan pada 7 Desember 1977, pada muktamar NU 2004, untuk melaksanakan kebijakan PBNU (Pengurus Besar NU) di bidang kesejahteraan keluarga, sosial dan kependudukan.

Baca Juga :  Cek Fakta: Screenshot Viral Soal Kiai Ma’ruf Bolehkan Minuman Keras Ternyata Hoax

“Maka dari itu, tujuan LKKNU adalah memberikan bimbingan dan pembinaan keluarga dan masyarkat agar memiliki pengertian, kesadaran dan sikap yang bertanggungjawab terhadap eratnya hubungan antara keluarga maslahah dengan aspek kehidupan manusia secara menyeluruh,” tukasnya.

Hal ini meliputi bidang agama, sosial ekonomi, kesehatan, kependudukan, lingkungan hidup, serta pembangunan bangsa.

Keluarga sejahtera atau keluarga sakinah, di lingkungan NU dikenal dengan istilah keluarga maslahah, yaitu suatu konsep yang berorientasi pada proses tumbuh dan mekarnya kebaikan dalam keluarga. Keluarga yang hendak diwujudkan berdasar pada unsur-unsur, suami yang baik (sholeh), isteri yang baik (sholehah), anak-anak yang baik (abror), dalam pengertian yang berkualitas, berakhalakul karimah, sehat rohani, dan jasmani, berkecukupan rizki (pangan sandang dan papan), serta memiliki lingkungan yang baik pula.

Baca Juga :  LKKNU Dampingi Anak Korban Perceraian

Konsep Maslahah diambil dari 5 (lima) prinsip asasi (mabadi’). Qoidah fikih menegaskan bahwa penyelenggaraan hidup yang baik itu harus didasarkan pada terlindunginya 5 (lima) macam kebutuhan dasar (Ushul al-khams) bagi kehidupan manusia, yaitu:

Pertama, Hifdz al-Diin, merupakan jaminan seseorang untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Kedua, Hifdz al Nafs, jaminan terhadap jiwa (kehidupan) manusia. Ketiaga, Hifdz al-Mal, jaminan terhadap harta benda. Keempat, Hifdz al-Aql, penghargaan dan jaminan terhadap ide, opini dan pemikiran seseorang, dan Kelima, Hifdz al-’Irdl wa al-Nasl, jaminan terhadap kehormatan dan keturunan manusia.

Terciptanya jaminan perlindungan keselamatan 5 kebutuhan dasar itu merupakan perwujudan kemulyaan /kehormatan manusia (karomatul insan) dan martabat kemanusiaannya, karenanya segala macam daya upaya yang menyebabkan terwujudnya 5 kebutuhan dasar itu selanjutnya disebut Al-Maslahah. Sebaliknya segala macam daya dan upaya yang menyebabkan terganggunya atau hilangnya 5 dasar tadi maka disebut Al-Mafsadah (kerusakan). Demikian juga segala macam daya dan upaya untuk menghindarkan kerusakan disebut Al-maslahah.

Baca Juga :  Puncak Harlah NU di Masjid Karya Arsistek Nasrani

Sasaran implementasi program pokok LKKNU adalah pondok-pondok pesantren di daerah pedesaan (rural society), lembaga-lembaga pendidikan, RS/RB/BKIA/Poliklinik di lingkungan NU, dan institusi di bawah payung NU sebagai media penggerak utama KIE.

NU berkepentingan dalam mensukseskan program kependudukan karena:

Sejalan dengan usaha meningkatkan kualitas manusia (dalam garis hablumminnaas dan hablum minalloh.

Pelaksanaan Keluarga Berencana sejalan dengan usaha untuk mencapai dan meningkatkan kualitas keluarga sebagai bentuk persekutuan masyarakat terkecil, dan sebagai sendi utama terwujudnya kemaslahatan (kesejahteraan) masyarakat.

Pencerminan khidmah NU dalam rangka berpartisipasi aktif memecahkan masalah ledakan penduduk yang menimpa bangsa/negara.

Related post