Mengapa Malaikat Jibril Tidak Datang Agak Siang?

 Mengapa Malaikat Jibril Tidak Datang Agak Siang?

Bogor, PCNU – Jika kita melihat waktu shalat, ada yang aneh, kata santri santri yang “nakal”, yang suka lambat shalat subuh. Dimana yang aneh? La kan waktu shalat dhuhur habis ketika masuk waktu ashar, waktu ashar berahir ketika masuk waktu magrib, waktu magrib berahir ketika masuk waktu isya’ dan waktu isya’ berahir ketika masuk masuk waktu subuh. Nah mengapa waktu subuh tidak berahir ketika masuk waktu dhuhur? Kata santri kawanku.

Saya menjawab, ya karena begitu malaikat Jibril mengajarkannya. Dalam kitab-kitab fiqih dijelaskan bahwa Rasulullah belum bisa melaksanakan shalat subuh pasca menerima perintah shalat 5 waktu di malam hari isra’-mi’raj. Sebab Rasulullah belum mengetahui kapan waktu dan bagaimana cara shalatnya.

Baca Juga :  Basmalah Adalah Syari'ah Kaffah

Nah malaikat jibril baru datang kepada Nabi saat matahari mulai menyinsing ke arah barat (istiwa’) dan mengajarkan shalat dhuhur. Kemudian datang lagi di waktu banyangan matahari dua kali lipat dari bendanya, dan mengajarkan shalat ashar. Ketika tenggelam matahari, Jibril datang lagi dan mengajarkan shalat magrib. Ketika mega merah telah hilang, malaikat jibril datang lagi dan mengajarkan shalat isya’, dan ketika fajar shiddiq terbit, Jibril datang kembali dan menjarkan shalat shubuh.

Di hari kedua, malaikat jibril tidak datang sewaktu mata hari menyinsing, melainkan ketika banyangan matahari hampir dua kali lipat bendanya. Lalu malaikat Jibril mengatakan “waktu dhuhur adalah antara waktu hari pertama kemarin dan waktu hari kedua saat ini”. Demikian Shalat yang lain, Jibril datang di hari kedua menjelang ahir waktu. Kecuali waktu shubuh, dihari kedua malaikat jibril tidak datang di waktu dhuhur, tetapi datang saat matahari akan terbit.

Baca Juga :  Bukan Penodaan Agama - Muslim Memandikan Janazah Kafir dan Kafir Memandikan Janazah Muslim

Seandainya dihari kedua itu malaikat Jibril datang di waktu Dhuhur, niscaya waktu shalat subuh adalah panjang, yaitu antara terbit fajar dan berahir ketika masuk waktu dhuhur. Sayang datang nya di waktu akan terbit matahari. Andai andai kawan saya.

Saya jawab, he he, engkau malas saja. Kenapa shalat subuh seperti sekarang? itu pasti ada hikmahnya. Begitu saya menyakinkan. Walaupun saya juga belum tahu hikmahnya.

Baca Juga :  Muhammad Syahrur dan Hijab/Jilbab

Kawan santri saya bertanya lagi, bagaimana kalau waktu subuh keblablasan karena malem begadang? Saya jawab, ya di Qadha’ aja. Gitu aja kok repot. Ndak usah mengandai andai malaikat Jibril datang lagi di waktu dhuhur, lalu mengubah waktu shubuh sampai dhuhur.

Selamat memperingat Isra’-Mi’raj.

Imam Nakhai, Anggota Komnas Perempuan. Mengajar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerojo, Situbondo, Jawa Timur.

Related post

Opini

Menolak Bungkam