Orang Bertato Jadi Imam Sholat, SAH!

 Orang Bertato Jadi Imam Sholat, SAH!

Bogor,PCNU- Shalat dan menjadikan imam orang bertatto dihukumi sah, dan tidak menjadi najis akibat semacam tangan disentuhkan pada anggota tubuh yang terdapat tattonya. (Iqnaa’ I/139).

والنقاء عما منع وصول ماء جسما….وليس منه طبوع عسر زواله كوشم فيعفي عنه

Di antara syarat-syarat wudhu adalah bersih dari segala hal yang dapat mencegah sampainya air pada tubuh, dan tidak tergolong mencegah sampainya air. Yang sulit dihilangkan seperti tattoo maka hukumnya dima’fu, dimaafkan. (Inaarah ad-Dujaa hal. 60).
Adapun wudhu dan mandinya tetap sah, sebagaimana dalam kitab Qurratul ‘Ain bifatawaa Ismail Zain halaman 49 berikut :

Baca Juga :  Wow! Ternyata Boleh Bawa "Al-Quran" ke Dalam Toilet

سؤال . ماقولكم فيمن غرز فى أعضاء وضوءه او فى سائر بدنه بالإبرة مثلا ووضع محله نحو حبر للتلوين والتصوير فإذا التحم بعد ذلك فهل يصح وضوؤه وكذلك غسله اولا ؟ الجواب : نعم يصح وضوؤه وغسله مع كونه إثما بذلك الفعل يجب عليه التوبة وإزالته ان لم يؤد الى ضرر لأنه نوع من الوشم ففعله غير جائز ولكن الوضوء والغسل معه صحيحان للضرورة لأنه داخل الجلد ملتحم عليه فلا يمنع صحة الوضوء والغسل لكونه داخل البشرة والصلاة معه صحيحة للضرورة.

Terjemah fatwa Syeikh Isma’il Zain: Bagiamana pendapat anda tentang orang yang mencocok pada anggota wudhunya atau disemua badannya dengan jarum misalnya, kemudian dia meletakkan tinta ditempat yang dicocok tersebut dengan tujuan mewarnai atau melukis. Ketika merapat (tumbuh daging diatasnya) setelah itu, apakah sah wudhunya, begitu juga mandinya atau tidak?

Baca Juga :  Suami Istri Haram Bersetubuh Siang Haji

Benar, sah wudhu dan mandinya, namun dia berdosa dengan perbuatan itu, dia wajib bertaubat, dan wajib menghilangkannya jika memang tidak mendatangkan bahaya, karena itu termasuk Wasym, yang membuatnya tidak boleh, akan tetapi wudhu dan mandi dengan keduanya sah karena darurat, karena itu didalam kulit yang telah merapat (tumbuh daging di atasnya), maka tidak menghalang-halangi sahnya wudhu dan mandi karena itu didalam kulit. Shalat dengannya sah karena darurat.  Wallaahu a’lam.

Related post