Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Bid’ah kan Maulid Barzanji dan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim.

 Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Bid’ah kan Maulid Barzanji dan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim.

PCNU Bogor Online,

Aksi Bom bunuh diri yang dilakukan oleh “L” di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03/2021) menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali datang dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal (Gus Sahal).

Pernyataan tersebut disampaikan Akhmad Sahal melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @Sahal_AS.

“Pelaku bom bunuh diri Makassar ini tipe Muslim yang mudah menghakimi kafir, syirik, bid’ah ke Muslim lain yang berbeda pandangan,” ujar Akhmad Sahal.

“Baca barzanji yang sering dilakukan saat Maulid Nabi pun, dituduh bid’ah,” lanjut Akhmad Sahal.

Berdasarkan kesaksian Ketua RW 1 Jl Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, Hamka yang dikutip dari Tribun.new.com mengatakan.

Baca Juga :  Sekilas Tentang Masjid Istiqlal

Dari kecil pelaku bom di Makassar dikenal sebagai anak yang penyabar, apalagi sejak umur 5 tahun Lukman telah ditinggal mati oleh ayahnya.

“Ia penyabar sekali dari kecil, sudah yatim dari umur 5 tahun,” ujar Hamka, Senin (29/03/2021)

Menurutnya, perubahan anak Sulung dari dua bersaudara itu, mulai terasa saat ia memutuskan untuk berhenti kuliah.

“Dia kuliah dekat sini, saya lupa kampus apa. Tapi tiba-tiba dia mau berhenti, bahkan saya kasihan sama ibunya, karena tidak mau dilarang,” jelasnya

Baca Juga :  PC GP Ansor Kabupaten Bogor Komitmen Bersinergi dengan Polri

“Berubah, dia sering pulang malam, terus sudah tidak mau bergaul sama warga di sini. Dulu memang pendiam, tapi masih mau kumpul,” lanjutnya.

Bahkan, ia tambah keras dan sering kali menegur keras ibunya, jika melakukan ritual adat, seperti barzanji.

“Dia selalu tegur orang tuanya kalau barzanji, katanya bid’ah, tidak boleh. Bahkan Lukman ini tidak mau makan ayam atau sapi kalau bukan dia sendiri yang potong,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dua orang pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar merupakan bagian dari kelompok pengebom di Villa Mutiara yang ditembak mati pada Rabu, 6 Januari 2021 lalu.

Baca Juga :  PWI Kabupaten Bogor Rutin Bedah Kitab Kuning

“Mereka berperan bersama L dan YSM (pelaku bom bunuh diri) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara,” tutur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seperti yang dikutip dari ANTARA pada Selasa, 30 Maret 2021.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menuturkan, selain dan YSM, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap empat orang lainnya dengan inisial AS, SAS, MR, dan AA.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, keempat orang tersebut berperan dalam memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad.

Related post