PWI Kabupaten Bogor Rutin Bedah Kitab Kuning

 PWI Kabupaten Bogor Rutin Bedah Kitab Kuning

Bogor, PCNU- Mengawal ajaran Islam sesuai yang dikehendaki Allah dan Rosulullah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor mulai bedah literasi karya ulama Mu’tabaroh (ulama yang diaku dan disepakai kalangan ulama memiliki ilmu yang tidak diragukan). Dinataranya adalah Farhul Qorib dan tangkihul qaul.

Bedah kitab ini digagas oleh pengurus PWI dan dilakukan dalam pengajian rutin mingguan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kab Bogor pada Rabu (24/2/2021) malam.

“Memahami agama Islam tampa literasi Ulama maka akan sangat berbahaya. Karena Al Quran dan hadis harus difahami dengan beberapa bidang keilmuan dan para ulama lah yang mampu mengupas mendekati ajaran yang sesuai dengan kehendaki Allah dan Rosul,” ucap Dewan Pengajar, Ustdz Shogir.

Terlebih lagi, saat ini banyak pemahaman agama difahami tampa disiplin ilmu penunjang. Antara lain ulumutafsyir, ulumul hadis, balaghoh, mantiq, dan banyak lagi.

“Dengan mengacu pada kitab kuning. Kita yang belajar terjamin dan pasti dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat,”pukanya.

Baca Juga :  Duta Besar Uni Eropa Cambangi GP Ansor Pusat

Lebih lanjut, Ustdz Shogir menerangkan. Kitab Fathul qorib sangat populer di kalangan pesantren yang tersebar di nusantara. Bahkan, Universitas Al-Azhar di Mesir menjadikannya sebagai buku wajib yang harus dipelajari.

Kitab fikih bermazhab Asy-Syafi’i ini disusun oleh Ibnu Qosim Al Ghazi dengan sangat ringkas dan sistematis. Kitab Fathul Qarib merupakan syarah atau penjelasan dari kitab yang dikarang oleh Al Qadhi Abu Syuja, yaitu Al-Ghayah wa At-Taqrib.

Dalam sebagian naskah kitab Abu Syuja tersebut, terkadang dinamai At Taqrib dan terkadang pula dengan Ghayatul Ikhtishar. Karena itu, Al-Ghazi manamai kitab Fathul Qorib ini dengan dua nama, yaitu Fathul Qorib Al Mujib Fi Syarhi Alfadzi At Taqrib dan Al Qaul Al Mukhtar Fi Syarhi Ghayatil Ikhtishar.

Nama lengkap pengarangnya adalah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al Ghazi. Ulama ini dilahirkan di Ghaza Palestina, pada bulan Rajab 859 Hijriyah.
Di kota itu pula Al Ghazi tumbuh menjadi dewasa. Namun, pada 881 Hijriah ia kemudian memutuskan hijrah ke Mesir untuk menuntut ilmu sampai akhirnya menjadi ulama yang dihormati karena kealimannya.

Baca Juga :  Terima Masukan PBNU dan Ormas lain ; Presiden Jokowi Cabut Investasi Miras

Selama menuntut ilmu, Al Ghazi belajar kepada banyak ulama untuk memperdalamilmu fikih, ilmu qiraat, mempelajari tata bahasa Arab, dan ilmu-ilmu agama lainnya. Bahkan, Al Ghazi juga mempelajari ilmu umum seperti matematika. 

Al-Ghazi juga merupakan salah satu ulama yang hafal Alquran. Suaranya merdu sekali sehingga orang yang salat bermakmum di belakangnya tidak akan bosan mendengar ayat-ayat Alquran yang dilantunkannya. Al Ghazi wafat pada malam Rabu, 6 Muharram 918 Hijriah, tapi ada juga versi lainnya yang menyatakan wafat pada Jumat 15 Muharram

Ketua Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor, Edison Nizar SIP mengungkapkan sebelumnya pengajian rutin mingguan dilaksanakan di sekretariat PWI Kabupaten Bogor. Melihat kondisi yang tidak memadai, pengurus Majlis Ta’lim Al-Ikhbar berinisiatif untuk membangun sarana tempat ibadah yaitu musholla yang juga digunakan untuk pengajian.

“Alhamdulillah, berkat restu pengurus PWI Kabupaten Bogor dan dukungan dari kawan-kawan wartawan, pembangunan musholla dan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar bisa dirampungkan,” kata Edison.

Baca Juga :  Ratusan Personel Banser Amankan Prose Haul Mama Mukhtar Royani

Edison mengungkapkan sebelum pembangunan dikerjakan, pengurus Majlis Ta’lim Al-Ikhbar menggalang dana pembangunan kepada anggota PWI Kabupaten. Kurang dari Minggu, sudah terkumpul dana sebesar 6.850.000. 

“Pengurus Majlis Ta’lim Al-Ikhbar mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan wartawan dan donatur yang telah menyukseskan pembangunan musholla dan Majlis Ta’lim PWI Kabupaten Bogor. Semoga bantuan yang telah diberikan menjadi amal jariyah,” ujarnya.

Dengan adanya musholla dan Majlis Ta’lim yang bersih dan layak di lingkungan sekretariat PWI Kabupaten Bogor, teman-teman wartawan bisa beribadah dengan nyaman dan bisa Istiqomah menghadiri pengajian rutin mingguan.

Edison menjelaskan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor, Istiqomah mengadakan pengajian rutin mingguan setiap Rabu malam yang diasuh ustadz AY Sogir, pengurus Majlis Ta’lim Al-Ikhbar juga akan mengadakan santunan setiap bulannya kepada anak yatim. Sedikitnya ada 30 orang anak yatim binaan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor.